Manfaat Bawang Dayak Dibuktikan Oleh Ilmu Kedokteran

Akhir-akhir ini banyak orang yang mencari bawang dayak, hai ini mengakibatkan tingkat jual bawang dayak melambung tinggi. Penelitian medis yang secara khusus menggambarkan manfaat bawang Dayak sebagai pengobatan untuk penyakit kronis masih sangat kecil. Namun sejauh ini, diyakini bahwa bawang Sabarang memiliki kemampuan terkuat untuk:

1. Atasi infeksi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bawang Dayak kaya akan banyak antioksidan, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, stimulan dan tanin.

Rangkaian antioksidan sebelumnya bekerja secara efektif untuk mencegah pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur patogen. Penelitian sebelumnya secara khusus menemukan bahwa bawang sabering lebih efektif terhadap Staphylococcus aureus (MRSA), B. cereus, Shigella sp. Dan P. aeruginosa.

Staph, MRSA, dan P. aeruginosa adalah beberapa bakteri resisten antibiotik. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus aureus (MRSA) dapat menyebabkan banyak penyakit mulai dari infeksi kulit, sepsis, pneumonia, dan infeksi darah. Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) adalah penyebab infeksi saluran kemih, pneumonia dan ginjal, sedangkan Shigella sp adalah bakteri yang menyebabkan infeksi shigell dan disentri.

Studi ini juga memperkuat hasil sebelumnya dari Akend Akhil Yani Gendral University, yang dilaporkan. Tim peneliti Ahmed Yani dari Universitas Aceh menemukan bahwa sifat antimikroba dari pewarna bawang dyak yang diekstraksi pada kulit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staph dan Trichophyton roprum, yang sering terlibat dalam pembentukan luka dan bisul.

2. Peningkatan kepadatan tulang pada wanita pascamenopause.

Wanita pascamenopause beresiko osteoporosis, juga dikenal sebagai masalah keropos tulang. Menopause terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi sebanyak estrogen pada usia dini. Mengutip NHS di Inggris, wanita dapat kehilangan hingga 20% dari kepadatan tulang dalam 5-7 tahun setelah menopause.

Selain berfungsi mengatur kesuburan, estrogen juga membantu melindungi kekuatan tulang. Inilah sebabnya ketika kadar estrogen turun secara dramatis selama menopause, mereka dapat menyebabkan kepadatan tulang menurun dari waktu ke waktu. Munculnya menopause dini dapat meningkatkan risiko kehilangan tulang.

Nah, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018 oleh Departemen Farmasi dan Perawatan FKUI menemukan bahwa mengelola ekstrak Dayak dosis tinggi (18 mg / 200 g) selama 21 hari berturut-turut memiliki kemampuan untuk secara dramatis meningkatkan kadar kalsium dalam tulang, berat tulang (tulang). massa) dan panjang tulang.

Namun, hasil penelitian ini masih terbatas pada mengamati tikus laboratorium yang sengaja diangkat oleh ovarium dengan melakukan ooforektomi untuk menghentikan produksi estrogen dalam tubuh (hiposterogen).

Para peneliti berpendapat bahwa hasil ini bisa menjadi dasar untuk pengembangan ekstrak Diac Onion Tuber sebagai obat alternatif untuk perawatan hormonal bagi wanita pascamenopause di masa depan. Kita masih membutuhkan penelitian ilmiah yang lebih mendalam terkait manfaat Bawang Dayak.

3. Mengurangi risiko terkena kanker rahim dan penyakit jantung setelah menopause.

Sekali lagi, manfaat bawang Dayak tampaknya memiliki potensi terbesar untuk beberapa masalah menopause.

Konsumsi kadar estrogen dalam tubuh selama dan setelah menopause niscaya akan mempengaruhi kesehatan umum wanita. Inilah sebabnya mengapa beberapa wanita memilih untuk menggunakan terapi hormon untuk mengatasi gejala menopause.

Sayangnya, pengobatan hormonal seperti tamoxifen telah dilaporkan meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita pascamenopause. Risiko ini timbul karena penambahan estrogen dapat menyebabkan penebalan dinding rahim, yang dapat berkembang menjadi kanker rahim. Di sisi lain, estrogen dapat meningkatkan kadar lemak darah yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung setelah menopause.

Nah, penelitian yang berbeda, tetapi masih dari Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa bawang Dayak kaya akan senyawa aktif yang disebut eleuterinol, yang dapat berikatan kuat dengan reseptor alfa-estrogen (ERĪ±). Para peneliti menemukan bahwa eutrenol dapat menyebabkan efek estrogen yang lebih besar, mirip dengan tamoxifen, tetapi tanpa risiko penebalan dinding rahim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *